mendengar itu indah
Halo semuanya. Apa kabar? Salam jumpa
Selamat datang kembali di blog ini, kali ini saya ingin berbagi sedikit perspektif saya tentang dunia. Di tengah banyaknya pemikiran saya yang sinis dan lelah terhadap dunia, tentu saja saya juga memiliki pemikiran indah terhadap dunia, salah satunya adalah mendengar.
Seperti yang kalian tau saya telah perpindah ke banyak ranah, dan dipaksa adaptif, ya walau tidak selalu berhasil. Hal terbaik dari berpindah-pindah ranah adalah kita dapat mendengar banyak sudut pandang berbeda dari berbagai lapisan masyarakat, dan melihat perbedaannya. Dengan mendengar saya menemukan perbedaan bagaimana pembisnis memandang uang, dan pedagang kecil mensyukuri uang. Dengan mendengar saya bisa memahami bagaimana indahnya dunia dari mata anak kecil, juga kelamnya hidup dari orang dewasa yang banyak dikhianati. Dengan mendengar pula saya dapat memahami keluhan-keluhan yang terucap dari mulut seorang rakyat kecil tentang negri, tapi dengan mendengar juga saya dapat memaklumi para petinggi yang tak kunjung dapat solusi karena memang sulit. Memang, semua hal di dunia tergantung dari kacamata mana yang kita gunakan, dan dari mendengar kita akan paham bahwa benar dan salah adalah hal yang abu-abu juga kita akan memahami bahwa manusia memang tidak diciptakan untuk sepaham pemikirannya. Kenyataan itu pernah membuat saya lelah dengan manusia, tapi di sisi lain saya melihat keindahan yang abstrak.
Sayangnya banyak orang yang tak mau mendengarkan orang lain karena telinganya tertutup ego. Wajar saja, manusia memang hanya ingin mendengar apa yang mereka inginkan. Tapi tidak apa, saya pun dulu begitu, bahkan kalian akan kaget bila mengetahui berapa banyak orang yang tidak menyukai saya karena hal tersebut dulu.
Maaf saja, dulu saya memandang dunia ini Hitam-Putih, yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Wajar saja, orangtua saya dulu mengajarkan saya menjadi manusia yang berperspektif satu, dengan memperlihatkan bahwa dunia ini hanya ada Hitam-Putih, yang baik ya baik, yang jahat ya jahat, walau begitu orangtua saya tidaklah salah, toh mereka ingin saya menjadi manusia yang sebaik-baiknya. Karena pemahaman yang mereka berikan itu saya banyak menjauhi hal-hal yang dianggap negatif, seperti teman yang suka bolos sekolah, orang yang merokok, bahkan dulu saya menganggap orang yang suka minum itu adalah kriminal, bahkan pemahaman yang di tanam orang tua saya itu membuat saya tidak mau mendengarkan opini orang lain yang bertentangan dengan pemahaman yang sudah ditanamkan pada diri saya. Tapi seiring berjalannya waktu, juga bertambahnya usia saya menyadari bahwa kenyataan tidak seperti itu, semuanya adalah abu-abu tidak ada yang benar-benar baik atau benar-benar jahat, semua tergantung dari kacamata mana yang kita gunakan. Dengan membuka diri pada setiap persepsi, saya mendapat banyak jawaban dari sesuatu hal yang tidak saya mengerti sebelumnya saat masih menutup diri dari opini orang lain.
Hal-hal diataslah yang membuat saya ingin terus mendengar, ingin terus mengerti berbagai mancam perspektif, dan memperluas pandangan saya tentang dunia. Terus menikmati indahnya mendengar yang abstrak.
Walau begitu sebenarnya saya juga tidak sebaik yang tertulis disini. Terkadang ego saya juga masih suka menutupi telinga. Wajar saja, karena sudah kodratnya manusia itu harus melawan egonya.
Oia, salah satu hal yang merubah saya dari yang tadinya memandang dunia Hitam-Putih menjadi seperti sekarang adalah Chanel YouTube Menjadi Manusia, di Chanel tersebut menyediakan konten-konten yang bertujuan untuk sharing opini dan cerita dari orang-orang yang berbeda. Saya sangat berterimakasih kepada founder Chanel Menjadi Manusia ini karena saya merasa menjadi manusia yang lebih baik karena konten-konten yang dibuat oleh tim dari Chanel YouTube Menjadi Manusia. Silahkan untuk mengunjungi Chanel tersebut jika kalian tertarik, saya sangat merekomendasikan Chanel YouTube tersebut.
Semoga postingan saya kali ini bermanfaat untuk para pembaca. Pada postingan ini saya ingin mengajak para pembaca untuk bersama-sama menjadi pendengar yang baik, yang mampu mendengarkan dengan lapang dada untuk tidak menghakimi, dan terus menerima berbagai macam persepsi.
Terimakasih telah membaca. Sampai jumpa
Instagram: @aziznurafrian
Podcast: Monolog kehidupan
Twitter: @aziznurafrian
Email: aziznurafrian@gmail.com
Comments
Post a Comment