keluh abstrak
Semua hal yang terjadi bermuara pada diriku yang sekarang. Sadar-sadar aku menemukan diri ini sekarat di ruang lengan dengan nada hujan sebagai pelengkap. Bukan dalam artian sebenarnya, yang ku maksud sekarat adalah karakterku yang sudah benar-benar hancur, seolah tak memiliki jiwa.
Aku tak punya kekuatan, pikirku. Memangnya siapa aku? Aku bahkan sekarang sudah tidak memiliki keberanian diri untuk bertemu manusia lain. Selalu ada rasa sirih, juga tidak nyaman, hal itu disebabkan perasaan dan pemikiran ku yang selalu berlebihan, ditambah ketakutan ku akan tidak disukai orang lain. Yang padahal tidak seburuk itu keadaannya.
Aku tau ini tidak baik. Tapi aku tidak mampu mengalahkan diri sendiri. Dipenghujung pikiran aku mendapat sesuatu simpulan, hanya aku yang bisa mengerti ini. Orang lain akan menyangkal bahwa tidak seharusnya aku begini-begitu dengan banyak saran dan alasan yang bahkan sudah ada dalam pikiranku sebelum-sebelumnya. Aku bahkan tidak punya kuasa untuk menimpali atau menjelaskan sesuatu pada mereka, itulah pikirku.
Aku selalu memiliki pemikiran aku tak berhak bicara atau di dengar karena banyak alasan abstrak dalam kepala yang rasionalnya hanya aku yang punya. Seolah berkata "memangnya siapa aku?"
Diposisi ini hanya aku yang paling mengerti dan tau apa yang harus dilakukan, tapi tubuhku tak pernah bisa berbuat.
Comments
Post a Comment